Jumat, 2008 Mei 09

Usaha Sampingan

Kali ini, kita akan membahas tentang apa yang perlu Anda perhatikan bila ingin membuka usaha sampingan.

1. BIDANG USAHA
Tentukan lebih dulu, bidang usaha macam apa yang ingin Anda jalankan. Apakah Anda ingin menjalankan usaha rumah makan kecil? Apakah Anda ingin membuka usaha jahitan? Atau Anda
tertarik untuk membuka toko kelontong kecil? Bisa juga Anda membuka usaha jasa pembuatan kue-kue atau minuman (siapa tahu Anda bisa seperti Ibu Nila Chandra atau Pak Sukyanto).
Bagaimana dengan usaha pernik-pernik/suvenir? Anda bisa membuka toko kecil yang menjual pernik-pernik lucu seperti gelasgelas lucu atau semacamnya. Pada prinsipnya, semua bidang usaha tersebut bisa dibagi menjadi:
Bidang Usaha yang masih jarang atau belum ada yang memulai.
Beberapa dari Anda mungkin ragu bila ingin memulai bidang usaha yang belum ada atau masih jarang dilakukan. Tapi itu bukan berarti Anda tidak akan sukses. Tengok Aqua. Ketika pertama kali diperkenalkan, banyak orang ragu apakah Aqua bisa berhasil di pasaran, padahal belum pernah sebelumnya ada pengusaha yang menjual air minum dalam botol. Bahkan pada awalnya banyak yang mencibir: apa ada orang yang mau membeli air dengan harga lebih
mahal dari bensin? Apalagi kita bisa memasak air minum sendiri di rumah.
Nyatanya Aqua sukses besar. Salah buktinya sekarang ini terus saja bermunculan merek air minum dalam kemasan yang lainnya. Suatu kali saya pernah datang ke sebuah restoran dan memesan air minum di restoran. Saya tanya pada pelayannya, "Ada Aqua, enggak?" Pelayan restoran langsung menjawab: "Aqua yang merek apa, Pak?" Kesimpulan-nya, memulai jenis usaha yang masih langka atau baru sama sekali bukanlah hal yang tabu. Sudah
banyak contoh yang berhasil.

Bidang usaha yang sudah banyak dilakukan
Bisa juga Anda memulai Bidang Usaha yang sudah banyak dilakukan. Kalau tadi banyak orang ragu untuk memulai bidang usaha yang baru, tapi di lain pihak banyak juga orang yang ragu
untuk memulai bidang usaha yang sudah banyak dijalankan. Sebagai contoh, banyak ibu rumah tangga yang ragu untuk membuka usaha jahitan, karena di sekitarnya sudah banyak yang
melakukannya. Sebenarnya, biarpun usaha jahitan Anda baru berdiri, tapi kalau mempunyai kelebihan atau ciri khas dibanding pesaing Anda, selalu ada peluang untuk berhasil. Belum lagi faktor pelayanan yang baik, maka usaha Anda walaupun sudah banyak saingan yang lebih dulu
berdiri tetap bisa berhasil.

2. LOKASI
Di mana Anda ingin membuka lokasi usaha Anda? Di rumah sendiri? Atau Anda ingin menyewa sebuah tempat kecil di pinggir jalan? Atau Anda ingin menyewa sebuah ruko? Jangan lupa bahwa dalam beberapa jenis bidang usaha, lokasi memegang peranan yang cukup penting. Sebagai contoh, Anda mungkin memutuskan untuk membuka usaha penjualan lumpia.
Nah, Anda bisa menyewa sebuah stan kecil di pertokoan dan menjual lumpia Anda di situ. Di sini, Anda sendirilah yang harus menentukan lokasi mana yang tepat dalam usaha Anda.
Atau Anda ingin membuka sebuah warung yang menjual segala kebutuhan sehari-hari seperti deterjen, sabun, beras, rokok, dan lain-lain. Anda bisa membuka warung seperti ini di rumah Anda. Sudah banyak contoh warung yang didirikan di rumah-rumah dan cukup laris.

3. PELANGGAN
Bagaimana Anda mendapatkan pembeli barang dagangan Anda? Atau bila itu usaha jasa, bagaimana cara Anda akan mendapatkan klien? Apakah Anda akan memulainya dengan mempromosikannya dari mulut ke mulut? Ataukah Anda akan membuat brosur dan menyebarkannya dari rumah ke rumah? Beberapa orang yang saya kenal mempromosikan usahanya dengan memasang plang di depan tempat usahanya. Ada juga yang mempromosikan usahanya dengan memasang iklan kecil di koran. Atau, kenapa Anda tidak mencoba memasang iklan Anda di iklan mungil NOVA?Yang terpenting di sini adalah Anda sudah harus tahu terlebih
dahulu tentang bagaimana cara Anda dalam mendapatkan pembeli atau klien dari usaha Anda. Bila tak ada pembeli, tak akan ada penjualan. Bila tak ada penjualan, maka usaha Anda tidak cukup berhasil. Sederhana sekali.

4. TENAGA KERJA
Berapa orang yang akan Anda pekerjakan? Apakah hanya Anda sendiri yang bekerja di situ? Apakah Anda juga mempekerjakan sejumlah orang dalam usaha Anda? Mungkin ada baiknya kalau Anda mulai dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit lebih dahulu.
Nanti bila usaha Anda makin berkembang, Anda mungkin akan membutuhkan sejumlah tambahan orang yang bisa Anda pekerjakan.
Ada bagusnya bila Anda juga mempekerjakan anggota keluarga Anda. Seperti anak Anda (bila mereka sudah cukup umur tentunya),atau mungkin suami Anda. Dengan mempekerjakan mereka, maka secara tidak langsung mereka juga akan mempunyai rasa ikut memiliki dalam usaha tersebut. Dengan adanya rasa memiliki dari para anggota keluarga, maka dukungan yang diberikan kepada Anda untuk menjalankan usaha tersebut bisa makin besar.

5. PERENCANAAN KEUANGAN
Banyak usaha yang bangkrut karena kehabisan uang tunai. Karena itu penting sekali bagi Anda untuk memperhitungkan jumlah modal awal yang sebaiknya Anda miliki untuk bisa menjalankan usaha Anda. Alangkah baiknya apabila modal tersebut bisa mencukupi untuk membayar pengeluaran perusahaan selama duabelas bulan ke depan. Selain modal awal, apa yang harus Anda lakukan adalah dengan membuat Perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Perkiraan arus kas adalah perhitungan yang menggambarkan berapa perkiraan arus keluar masuk uang tunai dalam usaha Anda.

Sama seperti modal, maka alangkah baiknya kalau Anda memiliki perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Dengan demikian, dalam setahun ke depan, usaha Anda diharapkan tidak akan
bangkrut hanya gara-gara kehabisan uang tunai. Di samping hal-hal di atas, ada hal-hal lain yang perlu Anda perhatikan sehubungan dengan gaya berdagang Anda. Memang ada pepatah yang mengatakan bahwa orang baik bahagia hidupnya. Tapi dalam bidang usaha, terlalu baik hati bisa menciptakan sejumlah hambatan. Dan memang banyak pemilik usaha kecil yang terlalu "baik" dalam menjalankan usahanya, seperti:Mereka terlalu mengalah terhadap partner atau langganannya
• Mereka menetapkan harga yang pas-pasan saja atas produk dan jasa yang dijualnya
• Mereka terlalu baik hati dan kurang tegas terhadap bawahannya
• Mereka merasa ada sesuatu yang salah, kotor atau tak bermoral kalau mereka mendapatkan uang, keuntungan atau kesempatan

Karena itu, hindari hal-hal seperti itu. Pengusaha yang baik tidak berlaku baik, tetapi berlaku adil. Adil terhadap partner atau pelanggannya, adil terhadap harga barang dan jasa yang
dijualnya, adil terhadap bawahannya, dan tentu saja adil terhadap dirinya sendiri.

Kamis, 2008 Mei 01

Sharing Profit

Bekerjasama dengan seorang partner bisnis dalam hal permodalan adalah hal yang biasa dalam dunia wirausaha. Anda bisa menanamkan modal dengan jumlah yang sama namun bisa juga
berbeda, begitu pula dalam hal lingkup pekerjaan. Perbedaan-perbedaan ini akan menyebabkan pembagian keuntungan bersih yang berbeda pula. Asalkan hal ini sudah disepakati dari awal dan
lebih baik lagi bila tertulis dalam sebuah perjanjian, bukanlah masalah.
Seorang anggota Milis Dunia Wirausaha kebetulan mengalami kondisi yang sesuai dengan paragraf diatas. Kerabat dekatnya mempunyai keahlian memasak namun tidak punya modal untuk membuat rumah makan.
Bagaimanakah pembagian profit yang sebaiknya dibicarakan dari awal apabila ia akan mengeluarkan modal untuk bisnis rumah makan tersebut?
Beberapa masukan dari anggota Milis Dunia Wirausaha terangkum berikut ini:
-Harus disepakati kedua belah pihak berdasarkan hak dan kewajiban serta tanggung jawab masing-masing.
-Tergantung pada kondisi. Umumnya, pelaksana: pemodal = 60 : 40 atau 70 : 30, tergantung kondisi dan kesepakatan awal.
-Sikon ini juga bisa tergantung nilai tawar masing-masing. Biasanya setelah berjalan, pelaksananya yang akan memiliki nilai tawar,apalagi jika rumah makannya laris. Bisa saja ia tawarkan 1 keahliannya ke orang lain. Nah, dalam posisi seperti ini ia bisa saja
menaikkan prosentase bagiannya.
-Perlu dibuat perjanjian tertulis mengenai hak dankewajiban antara pemilik modal dengan pelaksana walaupun degan kerabat dekat.
-Ada yang berpendapat bahwa bisnis dengan kerabat sendiri, harus lebih jelas segala sesuatunya, karena apabila terjadi kesalahpahaman dapat merujuk pada kesepakatan perjanjian
sebelumnya agar tidak merusak tali kekerabatan. Berbeda dengan bila kita menggaji orang yang dapat kita putus sewaktu-waktu.
-Disisi lain, ada pula alternatif lain yang mengusulkan untuk menggaji saja kerabat tersebut bila ia setuju tentunya.

Sabtu, 2008 April 26

Franchise Jagung

Memulai sebuah usaha biasanya perlu banyak pertimbangan, antara lain, jumlah modal yang dibutuhkan. Bila anda tertarik untuk memulai sebuah usaha dengan modal yang relatif tidak
membutuhkan biaya besar (bila dibandingkan dengan bisnis lain tentunya), nampaknya franchise yang satu ini cukup memberi peluang.
Berdasarkan hasil diskusi beberapa waktu yang lalu antar anggota milis Dunia Wirausaha, franchise Fresh Corn yang saat ini banyak terdapat di berbagai plaza, mall dan tempat-tempat strategis lainnya, masih menjadi salah satu pilihan untuk membangun sebuah usaha makanan yang cukup simple penanganannya.
Info yang didapatkan dari berbagai anggota milis Dunia Wirausaha antara lain:
Pernah dibahasnya franchise ini dalam Kontan (sayang edisinya tidak disebutkan) termasuk dengan perhitungan balik modalnya. Kebetulan dalam edisi yang sama juga dibahas mengenai franchise Bogasari dan mini market. Artikel tersebut juga menyebutkan bagaimana seorang pembeli franchise jagung ini yg mempunyai beberapa gerobak (franchise fresh corn) berinisiatif membuka gerobak jualannya di rumah sakit yang kemudian dalam jangka waktu dua bulan bisa langsung balik modal.
Menurutnya, franchise jagung memang kurang laku jika dibuka di food court dan akan lebih berpotensi bila dibuka dekat tempat orang banyak lalu lalang karena lebih berupa cemilan, bukan makanan utama.

Salah satu franchise jagung yang dapat dihubungi adalah Daily Fresh dengan alamat sebagai berikut:
PT Sarana Pangan Makmur
Jl. Asem 2 No. 10
Cipete, jakarta Selatan
Telpon 7504688/7504694
Fax 7504693

Info untuk menjadi agen antara lain:
Sistemnya beli putus dengan biaya sbb:
1. Biaya Rp 10,000,000,- ( termasuk freezer kapasitas 50kg jagung), belum termasuk jagungnya sendiri.
2. Jika tanpa freezer, Rp 8,000,000,- belum termasuk jagungnya.
3. Kita akan terus berhubungan dengan PT. Sarana Pangan Makmur ini dalam hal pembelian jagung serta peralatan yang dibutuhkan dalam penjualan seperti cup, tutup cup dan sendoknya.
Sebagai pembeli kita perlu menyiapkan tempat juga penjaga - ilustrasi di Kontan yang disebutkan diatas, kira-kira akan memerlukan dua orang dengan gaji @Rp. 1,000,000,-/bulan.

Cara aplikasi:
Ajukan applikasi via fax ke bagian marketing dengan mencantumkan nama, alamat, telpon, fax, copy KTP juga lokasi yg akan dipakai berjualan.Selanjutnya menunggu follow up dari
mereka untuk masalah pembayaran dan kontrak.

Minggu, 2008 April 20

Bisnis Daycare

Saat ini cukup banyak daycare yang bermunculan di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia. Apabila ditelaah lebih jauh, sepertinya ini bisa menjadi salah satu celah bisnis yang dapat dikembangkan. Namun sebelumnya, ada baiknya anda menyimak diskusi Milis Dunia Wirausaha beberapa waktu yang lalu saat membahas tentang latar belakang dan kemungkinan pengembangan daycare center di Indonesia.
Secara umum, tentu anda setuju bahwa sebetulnya bukan 'budaya' orang Indonesia untuk menitipkan anak di daycare, kita lebih merasa 'aman' bila anak-anak dijaga anggota keluarga atau pembantu/baby sitter dirumah. Namun, bila diperhatikan ternyata kebutuhan akan daycare pun semakin meningkat. Daycare yang saat ini berkembang adalah yang umumnya berada di daerah yang ekonomi kuat seperti Kemang, Kebayoran Baru, Kelapa Gading, Sunter dimana hampir sebagin besar mengarah pada pre school yang notabene adalah Play Group
dengan harga yang relatif mahal. Sedangkan untuk daerah ekonomi yang sedang, marketnya
sepertinya masih kurang bagus alias belum banyak yang berhasil. Ada beberapa alasan orang tua menitipkan anak pada sebuah Daycare:

-Anda tidak dapat berada di lingkungan anak anda selama satu hari penuh karena alasan pekerjaan. Dilema ini umumnya dialami pada Ibu bekerja walaupun bukan berarti tidak ada Bapak-bapak yang masuk dalm kategori ini.

-Dapat menghemat pembelian mainan-mainan yang diperlukan bila si anak sendirian di rumah. Mengurangi berkunjung ke tempat Playground dimana rata-rata adalah Rp. 30.000 per kunjungan.

-Baby Sitter umumnya bukan seorang educator atau seseorang yang mampu untuk menjadi teman yang kreatif, dinamis dan penuh kasih sayang.(ini secara general tentunya)
Mungkinkah daycare memasyarakat dikalangan menengah kebawah? Beberapa masukan dan usulan dari anggota Milis Dunia Wirausaha yang mungkin sedikit idealis namun bisa memberikan gambaran daycare yang diinginkan para orang tua: Adanya pembagian daycare yang jam-jaman atau yang member.

-Yang member mungkin dibutuhkan ibu-ibu yang bekerja full time.

-Yang jam-jaman mungkin dibutuhkan bagi ibu-ibu yang punya keperluan pergi keluar rumah tapi tidak bisa membawa si kecil atau mungkin lebih tepat disebut tempat penitipan anak?
Hal inilah yang dilakukan salah seorang anggota milis yang membuka daycare di areal toko grosir yg cukup besar di Meruya. Jadi daycare ini umumnya menerima penitipan anak saat orang tuanya berbelanja.

Daycare yang tanpa fasilitas tapi tetap 'maju'? Mengapa tidak?
Bisnis ini adalah bisnis kepercayaan. Salah seorang anggota milis menceritakan bahwa disekitar
lingkungan rumahnya, ada seorang tukang bakso yang membuat day care dirumahnya.
Kira-kira ada 10 orang anak yang dititpkan, padahal hanya tersdeia dua ruangan berukuran 3x4 m, yang stau untuk tidur yang satunya lagi untuk bermain dan makan. Biayanya? Hanya Rp 10,000 per hari tanpa ada batasan harus diambil jam berapa. Makan disediakan oleh orang tua.

Walaupun demikian, pemilik daycare haruslah memperhatikan beberapa hal berikut:
-Apa dan siapa keluarga yang bisa dihubungi kalau terjadi apa-apa dengan si anak.
-Apabila si anak notabene sakit waktu hendak dititipkan, apakah sebaiknya pihak daycare dengan tegas menolaknya?
-Bagaimana bila anak sedang dititipkan di daycare jatuh sakit?
-Siapa yang menyediakan makanan dan minuman si anak?
-Masalah kebersihan baik mainan, ruangan, kamar kecil dan lain sebagianya haruslah jadi salah satu pertimbangan utama pengelola daycare.

Kelebihan daycare yang bisa ditawarkan antara lain:
-Adanya education mission, dimana anak-anak hanya diberikan permainan/games yang interaktif dan edukatif, mislanya dengan aneka permainan tradisional jaman dulu.
-Belajar bahasa Inggris sederhana.
-Pegawai yang benar-benar mencintai dan concern dengan dunia bermain sambil belajar sang anak.

Senin, 2008 April 14

Jual Beli Handphone dan Bisnis Voucher

Counter usaha jual beli atau peluang bisnis handphone (bekas dan baru) serta voucher handphone terus menerus bermunculan. Tidak hanya di Jakarta tapi juga diluar Jakarta dan Jawa. Hal apa saja yang perlu diperhatikan apabila berminat membuka usaha / bisnis
yang satu ini?
Beberapa masukan datang dalam diskusi mengenai hal diatas dari anggota Milis Dunia Wirausaha yang tengah menjalankan bisnis ini. Anggota milis yang saat ini menjalankan peluang usaha diatas menyebutkan bahwa berdagang handphone dan aksesoriesnya masih cukup menarik, mengingat tidak terlalu banyak dana yang diperlukan sebagia modal usaha (tidak menyebutkan besarnya nominal, red). Walaupun harus jeli dalam mencari hand phone
second yang bisa didapatkan antara lain di berbagai pertokoan seperti Roxy Mas, Trade Center yang tersebar di beberapa lokasi termasuk PTC (Pulogadung Trade Center), semuanya dengan harga yang negotiable.
Untuk peluang bisnis voucher sendiri ada beberapa kemungkinan,yaitu:
Mengambil dari agen. Mengambil dari provider langsung. Berdasarkan masukan dari anggota Milis Dunia Wirausaha, modal menjadi agen adalah Rp. 250,000,- (joining fee Rp. 200,000,-)
dimana agen mendapatkan harga Rp. 50,750,- untuk voucher sebuah provider yang seharga Rp. 50,000,-
Peluang bisnis ini adalah salah satu dari sekian banyak peluang usaha yang juga mengutamakan letak yang strategis untuk mendapatkan keuntungan yang sebanding dengan modal yang
dikeluarkan. Hal ini bisa tidak berlaku apabila telah memiliki pelanggan tetap.
Karena, biasanya dari satu voucher senilai Rp. 100,000 misalnya, untungnya hanya seribu atau dua ribu rupiah. Ada pula yang menyebutkan bahwa modal bisnis voucher adalah
bertingkat. Jika punya modal dan koneksi besar, bisa join ke supplier yang lebih besar. Namun jika modal sedikit pun sudah bisa menjalankan usaha voucher. Masing-masing menawarkan kelebihan dan kekurangannya.

Rabu, 2008 April 09

Usaha Cafe Skala Kecil

Bila kebetulan anda mempunyai rumah dengan halaman yang luas, mengapa tidak menjalankan usaha cafe kecil-kecilan? Salah seorang anggota milis Dunia Wirausaha -- yang memiliki
halaman rumah cukup luas juga berjarak cukup dekat dengan sebuah SMP -- terfikir akan hal ini dan menanyakan pada anggota milis lainnya mengenai hal- hal apa saja yang harus dipersiapkan,juga strategi dan tips trik lain yang berhubungan.Inilah saran dari diskusi yang berlangsung: Bila targetnya memang anak sekolah apalagi SMP, kemungkinan besar mereka tidak menyukai kopi, lebih prefer soda/soft drink, yoghurt atau juice. Menu yang a la café tapi dengan harga anak SMP. Dari pengamatan, sepertinya banyak warung tenda atau warung teras yang menyediakan bubur ayam yang ternyata banyak diserbu para ABG, tapi bubur ayamnya yang special tentunya. Karena bubur ayam termasuk makanan ringan setengah berat,
makannya tinggal nelen tanpa ngunyah, bisa dinikmati sambil minum yang dingin atau yang hangat dan mendengarkan musik sambil ngobrol. Dalam hal service perlu juga memperhatikan kecepatan dalam melayani, pramusaji yang ramah dan suasana serta dekorasi kafe
yang enak buat ngumpul-ngumpul anak smp. Bila memang ingin menggunakan slogan cari yang berasosiasi dengan kata "nongkrong" atau kumpul2 bareng atau "hangout" yang pas untuk abg.
Tentukan pula masalah jam/waktu yang diharapkan dapat mengundang pengunjung paling banyak. Misalnya: saat istirahat siang atau after school? Atau misalnya malam minggu?
Perlukan menyediakan hiburan? Biasanya kalo ngumpul anak-anak abg senangnya mengobrol, jadi kalaupun menyediakan hiburan bisa berupa tv cable yang paling sering menyiarkan channel musik. Atau bisa pula sediakan mereka sarana utk "tampil" kecil2an, alat musik seperti gitar misalnya, jadi mereka bisa tampil unplugged. Yang penting, tampilakn citra “café” yang positif.
Yang lain?Sediakan paket ulang tahun.

Ada pula usul yang cukup menarik yaitu sediakan semacam tempat dimana mereka bisa mengolah sendiri aneka jus, soda itu tadi lengkap dengan mixer dan hiasan.
trus ada lomba minuman paling enak dan kreatif of the week ;-).Misalnya dgn 15rb, mereka dapat es batu, susu kental manis, sirop merah, soda, jelly, aneka buah dll.

Kamis, 2008 April 03

Franchise Alfamart

Tertarik pada franchise minimarket yang saat ini nampaknya menjamur dimana-mana? Sepertinya prosesnya tidak terlalu sulit. Demikian beberapa masukan dari anggota Milis Dunia Wirausaha yang beberapa waktu yang lalu mendiskusikan proses pendirian
atau pembelian franchise salah satu minimarket tersebut yaitu Alfamart.
Ada anggota milis Dunia Wirausaha yang mengatakan bahwa kita bisa langsung datang ke Alfamart terdekat untuk mendapatkan informasi nomor telpon. Kabarnya, harga franchisenya sendiri dimulai dari Rp 150,000,000,- dimana angka ini tergantung pula dari lokasi, besar tempat, kemudian pilihan lain seperti jumlah stok dll.
Pengalaman teman salah seorang anggota milis yang buka di Depok; biaya bangunan plus peralatan sekitar Rp 100,000,000, stok Rp 80,000,000. Untuk status operator mandiri mendapatkan sekitar Rp 5,500,000 per bulan fixed, belum termasuk biaya karyawan satu
sampai dua orang Rp 1,000,000 - 1,500,000. Laba bersih diperkirakan sekitar Rp 4,000,000 per bulan.Berdasarkan informasi, inilah yang alamat dan nomor telpon yang bisa dihubungi:

PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart)
Jl. MH Thamrin no 9
Cikokol Tangerang 15117
tel: 021-5575-5966 ext 141, 123, 138
tel: 021-5575-5960, 554-9729 (direct)
fax: 021-5549-685, 554-9773